Selasa, 13 Desember 2016

Grup Emak-Emak Positif

Allah Maha Mengetahui apa yang hamba-Nya butuhkan. Sekalipun bertemu sepintas dengan seseorang pun bisa menjadi rahmat dari Allah untuk kita. Yakin? Sangat bagi saya.

         Awal mula saya senang mengikuti perkembangan postingan FB dari seorang "mba" penjual buku online. Menurut saya, si "mba" itu tidak hanya sekadar penjual buku dan ternyata memang bukan. Ada satu profesi kekinian yang bernama book advisor. Mungkin saya saja yang kurang gaul sampai menyebut itu profesi kekinian.  Nah, bukan saya jika melihat ada postingan buku terus diam saja, apalagi sekarang punya bayi dan sadar hampir tidak punya buku bacaan anak. Mulailah saya tanya harga dan menjalin komunikasi lebih intens dengan sang "mba" tersebut.

         Ada peribahasa dunia tak selebar daun kelor, maksudnya dunia itu sempit. Si "mba" book advisor itu ternyata alumni dari SMA yang dekat banget dengan SMA saya, satu wilayah sebutlah. Ketika saya sudah ketok palu untuk ikut program arisan buku di bawah kendali si "mba" itu, diajaklah saya bergabung pula di grup yang anggotanya pernah dan atau sedang ikut arisan.

         Luar biasa, Masya Allah! Dalam sehari, grup tersebut percakapannya bisa sampai 100 atau pun lebih (seringnya lebih, hehe). Usut punya usut percakapannya seputar keibu-ibuan beserta pernak-pernik emak-emak, misalnya resep masakan, seputar hamil-menyusui, dagangan, diskon, prakarya anak, dll. Saya merasa tidak ada satu chat pun yang sia-sia. Bayangkan, peserta grup berasal dari berbagai daerah yang saya pun tidak tahu secara keseluruhan, tetapi membahas permasalahan yang sama. Walau kadang dari satu permasalahan pindah ke permasalahan lain, tanpa pakai lampu sen dulu, hehehe, alias random. Saya sih agak maklum secara emak-emak emang gitu tuntutannya: multitasking.

         Niat di awal saya hanya membeli buku, tetapi Allah memberi lebih, yaitu pengetahuan dan persaudaraan. Dari grup tersebut, saya tidak merasa was-was sendiri terhadap berat badan anak, saya lebih perhatian terhadap tumbuh kembang anak secara fisik dan psikologis, serta bersyukur terhadap perkembangan si bayi saya saat ini, alhamdulillah. Positif banget pokoknya. Rada tutup mata terhadap memori yang penuh serta kuota yang tersedot, biarkanlah. Semoga si "mba" itu makin keren dan keluarganya selalu dirahmati Allah, begitupun para emak-emak di dalam grup.
(Si "mba": Widi Astuti)

@ruang
14Des'16 _11.45

Selasa, 06 Desember 2016

Pengalaman IMBEX 2016

        Beberapa hari sebelum tanggal 26 November 2016 saya menemukan iklan sponsor di Facebook terkait pameran bernama "Indonesia Maternity, Baby, and Kids Expo 2016" disingkatnya IMBEX 2016. Dasar saya orangtua baru dan kebetulan sedang mencari kursi makan untuk bayi, kayaknya saya mesti betul datang, nih! Sebenarnya IMBEX itu acara tahunan yang sudah lama diselenggarakan di sekitar bulan November, tapi saya memang kurang gaul tentang pameran, terlebih lagi yang ga gratis masuknya, hehehe, secara bertempat di JCC Senayan. Baiklah, saya lobi-lobi suami yang pas banget sudah gajian di tanggal itu. Setelah menjelaskan singkat aja tentang IMBEX, hore, disetujui.

         Kami datang di hari kedua pameran IMBEX, tepatnya hari Sabtu. Niatnya setelah sholat dzuhur baru jalan karena saya ada tamu pagi sampai siang, eeh, ternyata di-cancel sama si calon tamu. Entah kenapa, kami pun jadi sangat bersemangat memajukan jadwal pergi, tentu saja naik motor dengan si bayi. Estimasi saya, perjalanan lancar jaya dan tidak sampai 30 menit, ternyata saya baru merasakan kemacetan Jakarta yang luar biasa di weekend pagi menjelang siang itu. Alhasil, hampir satu jam perjalanan kami. Untung alhamdulillah ketika sampai, saya masih bersemangat meski abis macet-macetan.

         Kalau boleh jujur, saat itu adalah pertama kalinya saya masuk ke JCC, biasanya di depannya aja. Tiket masuknya Rp 20.000 per orang, si bayi tentu gratis. Okelah dapat tiket plus tambahan satu buah diapers keren per orang di dalan plastik. Kondisi saat itu ramai, tapi belum seramai IBF, jauhlah perbandingannya. Dari penampilan pengunjung, sudah pasti nih, untuk kalangan menengah ke atas. Dalam hati saya, tiba-tiba ada keraguan bakal nemu yang  diinginkan serta dengan harga miring pula.

       Saya sudah observasi harga di berbagai online shop untuk perbandingan terhadap barang yang mau dibeli. Brand yang jadi incaran adakah "Pliko". Setelah ke stand yang bersangkutan, tarraa, di sana hanya memajang stroller tidak ada selain itu. Niat saya, hanya membeli kursi makan dengan harga murah serta hadiah untuk bayi dari teman suami. Selain itu? Tidak ada pembelian. Beda niat, beda kenyataan, hehehe.

         Keliling dan observasi, ternyata tidak menemukan barang yang diinginkan serta diskon yang ditawarkan kurang poooooll. Rada kecewa sih, cuma lumayan jadi ada pengalaman. Tapi, bagi yang mencari stroller lumayan recommanded karena banyak pilihan dan agak miring harganya dibandingkan toko. Hadiah untuk teman suami juga rada biasa diskonnya. Gapapa, barangnya lumayan kece. Alhamdulillah, kekecewaan sedikit terkubur dengan dikasih gratisan dari "baby scotts" karena kami menggunakan produknya plus difoto ala model gitu bertiga. Setelah capek berkeliling, suami sudah kelaparan dan tergiur dengan aroma dari panggangan sosis. Tidak perlu ditanya yah, terkait harga, bocorannya untuk "jajan" ternyata lebih mahal dari hadiah, beeeuuh.

Poin pentingnya, online shop lebih jadi pilihan untuk orang seperti kami yang ga nahan untuk jajan setelah jalan-jalan. Hihi.

        

@ruang
6 Des'16_ 18.25