Tampilkan postingan dengan label rehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rehat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2012

Mendung vs Hujan

Selamanya kita mungkin bisa dapat menyimpan perasaan. Menggantungkan sikap dan keputusan kita selayaknya langit mendung yang entah kapan dinaungi hujan. Lalu apakah mendung atau hujankah yang lebih baik serta banyak berkahnya? Kenapa saya harus bertanya?

Mendung itu merupakan gejala alam ketika awan "menyimpan" gas-gas hasil penguapan serta sudah terlihat lelah membawa gas-gas tersebut. Wajarlah jika ia lalu terombang-ambing diterpa angin, mengikuti arah yang tak tentu sehingga gelaplah daerah yang dilaluinya. Gelap. Seumpama rahasia hati yang penuh misteri dan hanya mampu bergemuruh sepi, sendiri. Sekeliling daerah yang dilalui awan terlihat seperti biasa saja, tapi sedikit samar. Hawa sekitarlah yang mampu menjelaskan keanehan yang tak terbaca kelima indera. Terkesan  baik-baik saja, padahal berhawa berbeda.

Keganjilan hawa akhirnya tak selamanya tanpa jawab. Jawaban satu-satunya yang melegakan adalah keteduhan hujan. Hujan mampu "menguraikan" serta "mengungkapkan" segala yang terlihat samar. Walaupun sering pula pengungkapan itu diiringin caci maki benci. Namun, itulah bentuk "pengembalian". Kembali menuju cahaya terang, bersiap untuk menyuburkan tanaman-tanaman yang kering. Dengan atau tanpa pelangi hujan memberi kesan indah penuh sensasi. Membasahi debu-debu di jalan dan mengalirkan segala jenis kotoran. Meskipun sesekali petir dan gemuruh bersahutan, tak begitu lama ia akan berhenti. Di satu titik akan kembali menjadi normal, seperti sedia kala, tanpa ada yang tersembunyi. 

Antara mendung dan hujan, manakah cerminanmu?


_Fitri Apriliani Lestari
16 Desember 2012, Today is Holiday

Minggu, 09 Desember 2012

Surat Cinta Celaka

Tanggal 9 Desember pukul 10.25 PM (bertepatan dgn petandingan derby manchester yg dimenangkan MU)

Hari ini, di saat orang menggaung-gaungkan gerakan anti korupsi
atau di waktu yang sama pula mengagung-agungkan kemenangan tim sepakbolanya
aku hanya ingin membicara-bicarakan tentang kamu: tempat segala cinta berlabuh.

Kenapa begitu?
Karena aku menghindari kesamaan, dapat pula dikatakan mementahkan momentum yang diambil orang kebanyakan. Ya, aku ingin berbeda, sebagaimana aku dapat mencintaimu dengan berbeda atau sebutlah istimewa. Sampai kapan pun kau tak akan menyadarinya, menyadari aku mencintaimu karena sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang membuatku jadi berbeda pula. Perbedaan yang terlalu mampu memusnahkan logika dan menghanguskan makna berbagai kata. Entah dari mana aku dapat menyimpulkan bahwa ini memanglah sebuah cinta. 

Biarlah aku tiada cakap menyerukan anti korupsi
Namun, aku telah mampu mengajari hati untuk selalu jujur terhadap diri sendiri: jujur dalam mencintaimu
Biarlah aku tiada sanggup bersorak atas segala kemenangan 
Namun, aku telah terbiasa mengalahkan ego untuk meraih cintamu dengan perjuangan.

_inilah aku yang tiada bosan mencintaimu walau letih dan sedih_


091212
Fitri Apriliani Lestari 

Minggu, 25 November 2012

Apalah Arti Sebuah Mimpi

Mimpi sebenarnya berarti apa?
Apa memang benar bunga tidur?
Jadi, intinya segala hal yang kita harapkan tervisualisasikan lewat mimpi, begitu?

Saya sama sekali tidak dapat memahami ke arah mana arti sebuah mimpi. Alasannya jelas, karena saya bukanlah seorang penafsir mimpi. Namun, selama ini mimpi seolah-olah dijadikan pertanda, rujukan, dan jalan keluar. Lalu tiba-tiba ada profesi baru, yaitu "peramal" atau sebutlah "cenayang" dalam hal mimpi. Hati-hati, mungkin kita termasuk orang yang berprofesi sama. Ya, walau mungkin hanya meramal mimpi kita masing-masing.

Bagi saya, mimpi yang akan menjadi kebenaran hanya mimpi para Rasul. Rasul terhandal serta termahir menafsirkan mimpi, cukup Nabi Yusuf. Alangkah lucunya jika saat ini masih terjebak dengan ungkapan-ungkapan terkait mimpi, salah satunya, "Kalau mimpi solat berarti sebentar lagi meninggal". Waduh, hebat banget kesesatan dari tafsiran mimpi tersebut. Masih banyak lagi ungkapan kuno serta menyesatkan terkait tafsir atau arti sebuah mimpi.

Ada pula (katanya) penelitian terbaru yang lebih logis serta ilmiah. Mimpi diartikan sebagai perwujudan perasaan yang tidak tersampaikan. Perasaan itu banyak macam: kangen, cinta, rindu, pengen ketemu, tak sabar berjumpa, *lholholho, sama aja ini semua*. Terhadap (yang katanya) penelitian terbaru tersebut, saya juga tidak percaya. Saya pun sering memimpikan banyak orang yang tidak saya kangeni. Seringkali ketika bangun tidur saya cuma heran, lagi ga mikirin orang itu, orang itu, dan yang itu, kenapa bisa ada di mimpi saya?

Berarti mimpi itu dari manakah berasal? 

_biarkan tanya menggantung di udara

Senin, 26 November 2012

Selasa, 11 September 2012

New Home

Kantor saya memang di Jalan Limo No. 40, Senayan, Jak-Sel. Akan tetapi, keseharian saya di outlet. Gambar di bawah ini adalah unsur terpenting yang harus ada di outlet. That's my home (second home).





Pasti banyak yang kaget, bertanya-tanya, dengan kata pertama, "Kenapa?". Apabila ada orang yang mendapatkan jawaban saya atas pertanyaan tersebut, siapa yang tahu bahwa jawaban saya itu sungguh-sungguh?

Bukan saatnya lagi mempertanyakan, mengasihani, atau apa pun yang berhubungan dengan penyesalan.  Berupaya sebaik-baiknya dan berdoa seikhlas-ikhlasnya, itu saja. Biarlah takdir Allah yang menjawab apa yang terjadi kemudian: sesuatu yang saya yakini jauh lebih saya dambakan dari segala penilaian orang saat ini.

Saya tetaplah saya, apa pun profesi yang saya jalani.
Dan saya selalu jadi penyair cinta bagi dia... (yeah, I have new poem for him, always)

Siapa

Beberapa tahun silam,
dengan mengendap-endap kuberharap langkah kita utuh berpadu.
Tiada benci, marah, dan ragu,
meskipun kita semua tahu bahwa waktu akan cepat berlalu.

"Semoga kawan, perubahan hanya membawa kita pada kebaikan",
Dirimu, tetaplah seperti itu, seperti dulu.
Janganlah terburu meninggalkan jejak-jejak,
yang telah menjadikanmu baru.

dan...
dalam ketidaksadaran,
seiring putaran hari yang berjalan
hanya satu sosok yang mengalami perubahan,
yaitu: aku!

Kalian, antara sadar atau mungkin tak peduli,
atau sesuatu lain yang tak dimengerti,
berlari melesat bersama mimpi.
Meninggalkan endapan yang hanya terbaca oleh hati.

Minggu, 19 Agustus 2012

TENTANG PENCARIAN NAFKAH (prolog)

Saya masih teringat pernyataan seorang teman kampus beberapa pekan sebelum saya ujian skripsi (baca: sidang). Dia berkata begini kira-kira, "Ngapain cepet-cepet lulus kalo belum jelas rencana setelah lulus!"

Pernyataan itu keluar dari mulutnya setelah dia mengajukan pertanyaan tentang rencana saya setelah lulus. Jawaban saya saat itu  memang tidak memuaskan baginya, terlalu tidak jelas mungkin rencana saya. Kalau boleh berkata jujur sih, agak tidak rela cepat-cepat melepas status mahasiswa. Bagaimana tidak, jadi mahasiswa itu enak, penuh mimpi-mimpi indah nan idealis, serta strata yang paling nyaman menurut saya. Akan tetapi, amat egois jika mau berlama-lama menjadi mahasiswa. Dunia realita telah menunggu. Si Kakak yang membiayai ongkos pun telah berkoar-koar supaya saya cepat lulus. 

Teman-teman kuliah bahkan pembimbing skripsi pun menyangka rencana saya pascakampus adalah "langsung" menikah. Lelaki malang mana yang mau menikahi saya saat-saat ini? Itu suara batin saya. Bukan, bukan. Bukan pernikahan yang ada di benak jangka pendek saya setelah menjadi sarjana. Cuma terlintas satu rencana, yaitu KERJA! Belum terpikirkan saat itu pekerjaan macam apa yang saya akan tekuni. Idealnya sih di area perbahasaan, entah itu menjadi guru bahasa (seperti yang dianggap para teman atau adik kelas di SMA), editor, tulis-menulis, atau dunia jurnalistik. Namun, saya merasa dunia kerja itu tidak harus seideal dunia kampus, saya pun membuka peluang untuk belajar dunia yang baru. 

Saya sudah pernah berkecimpung di dunia pendidikan. Walaupun hanya sebagai guru bimbel atau privat, saya setidaknya tahu formula pengajaran yang baik itu seperti apa. Lebih banyak sedihnya jadi pengajar bimbel bahasa Indonesia itu. Sakit hati pokoknya. Visi bimbel dengan visi saya sebagai pendidik bahasa dan kebudayaan Indonesia tidak menyatu. Oleh karena itu, mencoba hal baru adalah pilihan yang lebih baik.

Lalu saat ini.. saya menemukan keluarga baru di tempat kerja dengan segala realita kehidupan yang sederhana dan... begitulah. Sebuah pekerjaan yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. Pekerjaan yang kembali mempertemukan saya dengan bidang IPA. 

Cinta itu tak terletak pada kesan pertama karena cinta itu adalah proses. Proses pembelajaran untuk mencintai seikhlas hati.


Senin, 2 Syawal 1433 H

Senin, 28 Mei 2012

Gak..Gak..Gaga..Gak


Ngobrolin Lady Gaga sudah tidak asing lagi beberapa pekan ini. Biasalah media, terlalu membesar-besarkan masalah. Terserah deh jika banyak orang yang berpendapat Lady Gaga adalah icon musik sekaligus seniman nomor satu di abad ini. Namun, bukan berarti menyudutkan sebagian orang yang merasa tidak suka dengan si Gaga.

Tulisan ini bukan bermaksud menyampaikan hal-hal negatif dari seorang Lady Gaga, ngapain juga. Saya yakin para fansnya sudah tahu tentang segala keburukan sosok yang dikagumi itu. Jadi, untuk apa diomong lagi. Yang ingin saya sampaikan di tulisan ini hanya berupa kesan saya terhadap tanggapan salah seorang public figure yang menyudutkan orang-orang yang anti-Gaga.

Sesampai saya di rumah saudara, channel tv yang terpasang adalah Global tv dengan acara gosip bernama focus selebriti. Berita yang diputar ya tentang tanggapan fans Lady Gaga terhadap kebatalan konser Gaga di Indonesia. Wajar jika mereka kecewa karena sudah mengantri panjang plus penuh perjuangan untuk beli tiket konsernya. Nah, dari sekian banyak komentar tentang kebatalan konser tersebut, cuma pendapat si public figure (yang saya maksud di atas) yang mengagetkan saya.

Si public figure itu adalah salah satu vokalis band “yang baru terkenal” di Indonesia. Dia bilang apa tentang kebatalan itu? “Ya kita aja, eh maksudnya beberapa orang yang ribet, kampung, yang tidak mengerti seni.  Dia itu dari Amerika, lebih pinter dari kita, dia juga tahu harus tampil bagaimana di Indonesia yang kebanyakan muslim. Dia bisa tampil tertutup, tapi tetep aneh sesuai cirinya. Yah pokoknya (yang tidak suka) kampung, sampah..”  Tentu saya pastikan redaksional yang saya berikan tidak mutlak 100% seperti perkataan public figure itu. Tetapi saya sangat yakin sekali perkataan “kampung” , “sampah”, “Gaga lebih pinter dari kita”, itu memang disampaikan.

Coba bayangkan? Berarti saya pun yang termasuk menolak kedatangan si Gaga itu kampung? Okelah, tidak masalah kalau sekadar kampung, tapi sampah? Lebih bodoh dari si Gaga? Hah, saya tidak habis pikir saja. Namun, saya sangat mengapresiasikan kejujuran public figure itu walau dia bodoh (soalnya di sendiri yang bilang orang Amerika lebih pinter).  Kalau perkataan itu disampaikan oleh abang-abang tukang parkir di warung kopi, saya tidak mempermasalahkan. Heran saya, public figure yang tampil keren di atas panggung gitu lho, ngomongnya kayak abang tukang parkir, bahkan lebih buruk mungkin.

Setiap kata yang keluar dari mulut kita adalah cerminan diri kita. Semoga setiap kata yang salah dapat segera kita perbaiki.

 (Fitri Apriliani Lestari_Prodi Indonesia UI)


Senin, 14 Mei 2012

Sedikit Efek Akhir Musim Liga Inggris

Hari Ahad, 13 Mei 2012, mulai pukul 20.30 saya sudah ribut rebutan remote tv sama keponakan lelaki saya. Jelas ada sesuatu yang harus banget saya tonton di jam itu. Engga biasa-biasanya saya keukeuh mempertahankan channel pada waktu tersebut. Berarti memang penting dong yaa.. Apakah itu? "Itu" adalah siaran langsung Liga Inggris akhir musim 2011-2012, babak penentuan siapa yang juara liga.(hehe..)

Ada dua pertandingan penentuan di tempat yang berbeda, pokoknya antara Manchester City (MaCi) dan Manchester United (ManU) yang skornya sama, padahal tinggal satu pertandingan lagi. MaCi lawan QPS (kepanjangannya lupa deh.. ;p), sedangkan ManU lawan Sunderland. Nah, bahkan dua pertandingan tersebut ditayangkan live di waktu bersamaan pula oleh televisi swasta "MNC bersaudara, Global-MNC Tv". Sebagai pendukung em-you alias ManU, saya pun nonton pertandingan ManU yang ditanyangkan Global tv. Kerasa banget deh aura keepakbolaan saya yang telah mendem lama, hoho..

Seru banget niy nunggu hasil akhir antara dua pertandingan itu, yang lebih bikin gregetan adalah MaCi sempat tertingal 1-2 dari QPS, sedangkan ManU sudah unggul 1-0 sejak babak pertama. Seandainya MaCi seri aja lawan QPS, sedangkan ManU tetap dengan skor 1-0, berarti ManU jadi juara liga. 

Hasil akhir pertandingan ManU vs Sunderland: 1-0. Horeeeee.... tetapi di "pertandingan sebelah"..

Lima menit sebelum injury time, MaCi menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan ketika sudah masuk injury time, jebol lagi deh gawang QPS sehingga skor akhir adalah 3-2 bagi MaCi..huhu.. Juara liga berarti Manchester City.


Sedih dong akhirnya diriku ini. Udah sebelumnya gonta-ganti channel kayak orang apaan aja gitu, dan tetep kalah ManUnya..heeeeh...

Ketika mulai males dengan kekalahan tersebut, saya pun beranjaklah ke kamar. Saya tidak sadar menggeletakkan HP di kamar tanpa dicek dan ternyata lumayan banyak pesan yang masuk. Dua pesan dari menti, satu pesan dari rekan FASI, dan satu pesan dari seorang kawan yang membawa pesan ter.......kagetin bagi saya. Saya kaget karena malu. Seorang kawan perempuan pastinya, yang istimewa bagi saya.

Lagi,lagi sampai saya tulis blog ini, saya belum sempat membalas pesannya. Kenapa? entahlah... Saya sudah terlanjur malu duluan nampaknya. Dimulai dari kerinduan serta rasa malu saya terhadap kawan tersebut, banyak kata yang menghantam kepala saya seolah minta dirangkai menjadi syair.

Bukan syair yang akhirnya saya tulis di HP (karena ga sempet nulis di buku), malah gombalan yang membuat saya ketawa-tawa sendiri sampai ga bisa tidur, astahgfirullah. Nanti saja saya tullis kata-kata apa yang tertulis di outbox HP saya semalam akibat Liga Inggris plus kawan yang saya rindukan itu.