Tampilkan postingan dengan label surat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2012

Surat (Syair) Kebencian

Terima kasih telah buatku tersesat dalam isyarat.
Atas segala bujuk rayumu yang kuanggap matra hebat.
Dibumbui sapaan lembut, senyum manis, serta tatapan hangat,
ditambah pula perhatian penuh rasa sayang nan bersahabat.

Berapa lama baru kutersadar bahwa itu hanya dusta tersirat
Setelah kau abaikanku saat ku semakin jauh terjerat,
Menjauh dariku seolah aku virus yang menyebar cepat.

Lalu kini ku coba berdiri bertahan walau terasa berat
dan lihatlah nanti di suatu saat,
Firasatku dulu dengan mudah menjadi tepat,
kemudian kau akan datang kembali padaku merapat
Sayangnya, di hatiku tiada lagi tempat
untuk orang yang terlanjur kusebut pengkhianat.
Itulah tanda perasaanku padamu telah tersumbat.
Mungkin oleh amarah, benci, dan dendam kesumat!


dibuat saat hati dipenuhi cinta
_Fitri Apriliani Lestari, 15 Desember 2012

Minggu, 09 Desember 2012

Surat Pengakuan Baik-Baik Saja

Aku berjanji tidak lagi mengganggu harimu yang letih
Mungkin penting sekali untuk kutegaskan bahwa jangan-jangan kau salah mengerti
aaahh.. jika ku tahu semua akan menjadi begini, lebih baik kusimpan kejujuran itu sendiri
Jangan kau bergegas pergi karena tak dapat memberiku sedikit rasa simpati
Sungguh, aku tidak berharap menjadikanmu sesuatu yang kumiliki
Tidak kemarin, sekarang, atau pun kemudian hari
Buanglah rasa bersalahmu karena sungguh aku tidak bersedih
Aku bukan perempuan peminta-minta hati
Yang gampang menyerah tanpa mengenal kata mandiri

Seandainya  kehadiranmu menyengsarakanku, itu semua tlah kunikmati
Kuakui bahwa engkau bukan hanya sepenggalah kisah tanpa arti
Tetapi, ingatlah aku telah siapkan langkah-langkah kaki
Untuk menapaki berjuta derap mencapai mimpi

...
Bersama dia yang selama ini tidak pernah kucari
Namun, datang ke dalam sukmaku dengan pasti,
dia yang mencintaiku dan karena itulah aku mencintanya tanpa henti

Saat kau rapatkan pintumu bagiku pun, aku tak pernah peduli,
kecuali jika memang kaulah jelmaan dia yang memegang sebuah kunci hati
dan aku hanya dapat tertawa karena itu tidak mungkin terjadi.
Jadi, mohon kau dengarlah, bahwa hatiku tidak pernah tersakiti
dengan atau tanpa dirimu di sisi.
Bisakah kau cerna ungkapan jujurku satu kali ini?


_kepadamu yang dulu pernah kusuka
izinkan aku untuk jadi temanmu saja_

10 Desember 2012. Senin
oleh Fitri Apriliani Lestari


Surat Cinta Celaka

Tanggal 9 Desember pukul 10.25 PM (bertepatan dgn petandingan derby manchester yg dimenangkan MU)

Hari ini, di saat orang menggaung-gaungkan gerakan anti korupsi
atau di waktu yang sama pula mengagung-agungkan kemenangan tim sepakbolanya
aku hanya ingin membicara-bicarakan tentang kamu: tempat segala cinta berlabuh.

Kenapa begitu?
Karena aku menghindari kesamaan, dapat pula dikatakan mementahkan momentum yang diambil orang kebanyakan. Ya, aku ingin berbeda, sebagaimana aku dapat mencintaimu dengan berbeda atau sebutlah istimewa. Sampai kapan pun kau tak akan menyadarinya, menyadari aku mencintaimu karena sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang membuatku jadi berbeda pula. Perbedaan yang terlalu mampu memusnahkan logika dan menghanguskan makna berbagai kata. Entah dari mana aku dapat menyimpulkan bahwa ini memanglah sebuah cinta. 

Biarlah aku tiada cakap menyerukan anti korupsi
Namun, aku telah mampu mengajari hati untuk selalu jujur terhadap diri sendiri: jujur dalam mencintaimu
Biarlah aku tiada sanggup bersorak atas segala kemenangan 
Namun, aku telah terbiasa mengalahkan ego untuk meraih cintamu dengan perjuangan.

_inilah aku yang tiada bosan mencintaimu walau letih dan sedih_


091212
Fitri Apriliani Lestari 

Senin, 26 November 2012

Surat Penyerahan

Yang Tersayang
kamu, si perusak hatiku


Sekian banyak hari telah kulewati bersamamu. Tawa renyah, tangis riuh terekam dalam kebersamaan kita. Surat-surat darimu yang menanyakan keadaanku pun masih tersimpan rapi di laci meja kerjaku. Semua. Semua tentang dirimu tak kan pernah tersilap olehku. 

Selama ini aku pikir dirimu jatuh cinta. Jatuh cinta kepadaku. 

Apa daya, ternyata aku hanya tong sampah kesendirianmu sampai tiba kebersamaanmu dengan yang lain. Ya, dengan yang lain. Bukan denganku. Oleh karena itu, telah habislah ruang untukmu membuang sampah di tong-ku. Kini, petugas kebersihan bergegas mengangkut sampah beserta tongnya (karena telah lusuh) ke tempat pembungan akhir. Selayaknya tong yang tiada daya, maka dia pun menyerah.


aku,


_26 November 2012

Jumat, 16 November 2012

Rabu, 14 November 2012

SURAT PENGUNDURAN DIRI

Saya menuliskan surat ini tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap Anda. Begitu banyak pembelajaran yang saya dapatkan selama saya berinteraksi dengan Anda. Akan tetapi, saya rasa cukup sampai detik ini saja. Biarlah hubungan kerja sama kita diakhiri secepatnya karena saya harus bergegas pergi. Pergi untuk menegoisasikan hubungan bilateral lain yang lebih istimewa. Tidak, tidak. Bukan karena  menginginkan permata yang tidak Anda berikan dalam kerja sama kita. Bukan pula karena tahta bertaburan kuasa yang pihak lain tawarkan kepada saya.

Beribu alasan mana pun mungkin tiada dapat membuat Anda mengerti. Saya hanya ingin mengakhiri kehidupan lama saya. Saya ingin meggantinya dengan kenyamanan hingga akhir masa. Jadi, tolong jangan hubungi saya lagi. Carilah rekan kerja Anda yang setia. Setia menjadi "budak" Anda.

From: mantan temanmu
To: kemalasan

_15 November 2012/ 1 Muharram 1434 H_