Senin, 26 November 2012

Surat Penyerahan

Yang Tersayang
kamu, si perusak hatiku


Sekian banyak hari telah kulewati bersamamu. Tawa renyah, tangis riuh terekam dalam kebersamaan kita. Surat-surat darimu yang menanyakan keadaanku pun masih tersimpan rapi di laci meja kerjaku. Semua. Semua tentang dirimu tak kan pernah tersilap olehku. 

Selama ini aku pikir dirimu jatuh cinta. Jatuh cinta kepadaku. 

Apa daya, ternyata aku hanya tong sampah kesendirianmu sampai tiba kebersamaanmu dengan yang lain. Ya, dengan yang lain. Bukan denganku. Oleh karena itu, telah habislah ruang untukmu membuang sampah di tong-ku. Kini, petugas kebersihan bergegas mengangkut sampah beserta tongnya (karena telah lusuh) ke tempat pembungan akhir. Selayaknya tong yang tiada daya, maka dia pun menyerah.


aku,


_26 November 2012

Minggu, 25 November 2012

Apalah Arti Sebuah Mimpi

Mimpi sebenarnya berarti apa?
Apa memang benar bunga tidur?
Jadi, intinya segala hal yang kita harapkan tervisualisasikan lewat mimpi, begitu?

Saya sama sekali tidak dapat memahami ke arah mana arti sebuah mimpi. Alasannya jelas, karena saya bukanlah seorang penafsir mimpi. Namun, selama ini mimpi seolah-olah dijadikan pertanda, rujukan, dan jalan keluar. Lalu tiba-tiba ada profesi baru, yaitu "peramal" atau sebutlah "cenayang" dalam hal mimpi. Hati-hati, mungkin kita termasuk orang yang berprofesi sama. Ya, walau mungkin hanya meramal mimpi kita masing-masing.

Bagi saya, mimpi yang akan menjadi kebenaran hanya mimpi para Rasul. Rasul terhandal serta termahir menafsirkan mimpi, cukup Nabi Yusuf. Alangkah lucunya jika saat ini masih terjebak dengan ungkapan-ungkapan terkait mimpi, salah satunya, "Kalau mimpi solat berarti sebentar lagi meninggal". Waduh, hebat banget kesesatan dari tafsiran mimpi tersebut. Masih banyak lagi ungkapan kuno serta menyesatkan terkait tafsir atau arti sebuah mimpi.

Ada pula (katanya) penelitian terbaru yang lebih logis serta ilmiah. Mimpi diartikan sebagai perwujudan perasaan yang tidak tersampaikan. Perasaan itu banyak macam: kangen, cinta, rindu, pengen ketemu, tak sabar berjumpa, *lholholho, sama aja ini semua*. Terhadap (yang katanya) penelitian terbaru tersebut, saya juga tidak percaya. Saya pun sering memimpikan banyak orang yang tidak saya kangeni. Seringkali ketika bangun tidur saya cuma heran, lagi ga mikirin orang itu, orang itu, dan yang itu, kenapa bisa ada di mimpi saya?

Berarti mimpi itu dari manakah berasal? 

_biarkan tanya menggantung di udara

Senin, 26 November 2012

Jumat, 16 November 2012

Rabu, 14 November 2012

SURAT PENGUNDURAN DIRI

Saya menuliskan surat ini tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap Anda. Begitu banyak pembelajaran yang saya dapatkan selama saya berinteraksi dengan Anda. Akan tetapi, saya rasa cukup sampai detik ini saja. Biarlah hubungan kerja sama kita diakhiri secepatnya karena saya harus bergegas pergi. Pergi untuk menegoisasikan hubungan bilateral lain yang lebih istimewa. Tidak, tidak. Bukan karena  menginginkan permata yang tidak Anda berikan dalam kerja sama kita. Bukan pula karena tahta bertaburan kuasa yang pihak lain tawarkan kepada saya.

Beribu alasan mana pun mungkin tiada dapat membuat Anda mengerti. Saya hanya ingin mengakhiri kehidupan lama saya. Saya ingin meggantinya dengan kenyamanan hingga akhir masa. Jadi, tolong jangan hubungi saya lagi. Carilah rekan kerja Anda yang setia. Setia menjadi "budak" Anda.

From: mantan temanmu
To: kemalasan

_15 November 2012/ 1 Muharram 1434 H_

Selasa, 23 Oktober 2012

Amanah Kita


Bismillah…

Karena amanah ini amatlah berat
Sedangkan pertalian kita ternyata sekarat
Di luar pun banyak kata-kata mengumpat
Seolah ingin menghabisi kita dengan cepat
Sungguh kita bicara saja dalam forum, merapat
Agar segalanya jelas dan dapat kembali bergerak lebih semangat
Janganlah lupa tegur-menegur bernasihat
Karena kebersamaan itulah yang membuat kita kuat
Satu yang harus selalu diingat:
Hanya kepada Allah kita berbai’at
Semoga selamat dunia hingga akhirat

Ya, karena amanah ini memang berat





~di waktu fajar 24 okt’12, saat terbayang adik-adik dan teman-teman ROHis

Jumat, 14 September 2012

Cahaya yang Dicoba Padamkan (oleh mereka)

Salah satu media mengabarkan fitnah secara terang-terangan tentang Islam. Lantas, reaksi apa yang mereka inginkan dari kami, umat Islam? 

Ini bukan kali pertama pengabaran ngawur media terhadap Islam. Sudah kesekian kali hal yang sama terjadi. Bukan rahasia memang jika musuh Islam bertebaran di muka bumi. Mereka pun sepertinya sudah dapat menebak reaksi umat Islam: penuh kobaran amarah. Umat Islam mana yang tidak teriris hatinya ketika difitnah oleh sekelompok orang yang  mengaku Islam, tapi sekaligus membencinya. Astaghfirullah.

Saya senantiasa refleksi lagi dan lagi untuk berpanjang reaksi terhadap hal ini. Kasus yang baru saja tersiar secara spesifik memfitnah lembaga keislaman sekolah (RoHIS) sebagai tempat pembentukan teroris muda. Reaksi dari saya? 

Islam disangka teroris itu bukan makanan baru di penjuru dunia. Akan tetapi, kali ini terlampau berlebihan karena membawa label yang pasti ada di setiap sekolah. Sedih sebenarnya. Sekolah atau pendidikan di Indonesia (khususnya sekolah negeri) sampai saat ini belum sukses membentuk pribadi yang jujur, apa sebabnya? Hal ini disebabkan oleh pemisahan nilai antara kognitif dan akhlak. Oleh karena itu, perlu adanya asupan seimbang yang diwadahi oleh Rohis. Namun sekarang apa yang terjadi? Lembaga itu pun dikerdilkan, contoh mudahnya adalah SMA saya. 

Aah, terlalu panjang jika bercakap mengenai SMA itu. Hilang selera saya. 


~hampir tengah malam, 14 Sept'12
Fitri Apriliani Lestari

Kamis, 13 September 2012

Sepenggalah Wisuda

Seminggu berlalu setelah resmi diwisuda. Lalu menyisakan apa ya momen wisuda itu bagi saya? Entah. 

Saya tidak merasa wisuda seminggu yang lalu sebagai momentum kebahagiaan. Banyak hal yang mendasari ketidakbahagiaan saya. Hal pertama adalah anggota keluarga yang datang sedikit, hanya papa dan kakak sulung. Jika mama bisa ikut aja, mungkin akan berbeda kadar ketidakbahagiaan saya. Selain cuma datang bertiga, ketika sampai di UI pun mepet banget sama jam salat Jumat, sedangkan pukul 13 wisudawan sudah harus baris. Otomatis ga bisa keliling UI buat foto-foto bertiga.

Hal kedua masih berhubungan dengan hal pertama. Sejauh mata memandang orang bertumpuk-tumpuk gitu, lho. Ada yang menyertakan pacar, adik, kakek-nenek, dan mertua mungkin, banyak deh orangnya. Lalu apakah saya iri? Tentu, tapi saya lebih merasa pusing dibandingkan ngiri. Saya memang tipe orang yang suka pening dalam keramaian, sudah ada studi kasus atau pengalaman tentang hal itu. Jadi, tidak bisa terlalu lama dalam tumpukan massa ketika wisuda.

Yang paling membuat saya sedih adalah tidak dapat berkumpul bareng adik-adik alumni SMA yang ternyata  sudah menunggu lama. Nah, kalo yang ini berhubungan dengan hal kedua. Saya sudah berusaha mencari di manakah mereka kumpul, tapi saya keburu pusing duluan. Sedih. Padahal semenjak gladi resik wisuda mereka berencana ketumuan sama saya juga, hiks..hiks..

Wisuda bagi saya hanyalah sebuah ritual ribet yang bisa menyenangkan. Sayangnya,saat itu saya lebih merasa banyak ribet dibandingkan senangnya. No problem, someday we can create the moment again, insya Allah.

Gladi Resik Wisuda, 6 September 2012 @balairung UI Depok