Senin, 01 Agustus 2016

First Love in First Step

1 Agustus 2015

         Selesailah pertanggungjawabanmu atas diriku. Entah maksud apa yang ingin kau tampakkan dari air mata dan suara gemetarmu. Haru atau sedihkah? Atau mungkin gabungan antara keduanya. 25 tahun bukan waktu yang sebentar untuk berjuang "menghidupkan"ku. Dalam rentang waktu tersebut pula kebersamaanmu dalam menjagaku tak dapat terukur hanya dengan harta, walau ku tahu jutaan rupiah telah kau habiskan demi kehidupanku. Sikap sederhana, ramah, dan tegar dirimu sungguh berkesan, itulah sebab dirimu akan menjadi pria pertama teristimewa bagi diriku.

(Papa)

♡♡♡

Perjalanan ini masih panjang serta tidak mulus dan syukurku karena itulah Allah mengirimkanmu di hidupku. Setahun belumlah lama, bahkan terasa berlalu begitu cepat, sedangkan kita masih belum menentukan rute terbaik meraih ridho-Nya.
Keegoisan kita belum rukun saling bergandengan. Oleh karena itu, genggaman kita perlu dieratkan agar dalam perbedaan kita tetap saling memaklumkan.
Putaran waktu kita semakin sedikit, sedangkan amanah kita makin bertambah. Tiada kata kecewa karena dengan adanya amanah, berarti Allah memberi rasa percaya kepada kita. Semoga kita dapat menyelesaikan perjalanan dan mengembalikan titipan-Nya dengan sempurna. Pimpin dan arahkan langkahku karena aku masih tertatih berdiri tanda dirimu. Karena kitalah "sepasang kaki" yang menopang bersamaan.

(Aay, cintahku)

♡♡♡

Semoga satu tahun ini memberi banyak arti dan pelajaran bagi kita berdua.
Kamu yang bukan sosok romantis, tetaplah memberi perhatian manis, dan bersabarlah atas istrimu yang sering menangis tanpa alasan logis. ;P



@ruang
1 Agustus'16 _ 15.17
Bersama dengkuran Valide

Tidak ada komentar:

Posting Komentar